Kementan Minta NTB Serius Penuhi Areal Tanam Tebu 8.000 Hektare

Pertanian (Ke­mentan) meminta NTB serius mendukung keberadaan pabrik gula,PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang berada di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Salah satu bentuknya, dapat memenuhi luas areal tan­ am tebu menjadi 8.000 hektare. Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan, Ir. Bambang, MM menjelaskan, untuk swasembada  gula  di NTB   diperlukan luas lahan tebu   8.000 hektare  dengan rendemen 7,5 persen. Artinya produksi tebu sebanyak 640ribu ton setahun.

Dengan produksi tebu seban­ yak itu maka akan menghasil­ kan gula sebesar 48 ribu ton. Kondisi saat ini, luas areal tanam tebu baru 1.383 hektare dengan kapasitas pabrik 4.000 ton per hari. Artinya, jumlah produksi tebu sebesar 61.335 ton dengan rendemen 4,75 persen. Sehingga jumlah gula yang dihasilkan sebesar 2.913  ton.  Kementan   berharap, pemerintah daerah dapat mendampingi  PT.  SMS supaya tetap bisa eksis membangun insutri gula berbasis tebu di Dompu “Kami berharap kepada Pak Wagub, bisa memberikan dukungan untuk kekurangan lahan terhadap industri gula PT. SMS. Saat ini baru 1.383 hektare, minimal ada 8.000 hektare untuk mencukupi swasembada gula  di NTB,” kata Bambang saat Rakor perkebunan di Mataram; Rabu (13/9) siang kemarin. Menurut Bambang, perluasan areal tanam tebu men­ jadi 8.000 hektare bukan se­ suatu yang berat. Apalagi, harga gula saat ini cukup tinggi sebesar Rp 9.500 per Kg. Dan harganya bisa mencapai Rp 12.500 per Kg di pasaran. Artinya, petani akan untung jika menanam tebu.Tetapi kalau pabrik gula itu tidak dilaksanakan dengan prinsip-prinsip efisiensi, luas lahan terlalu kecil, kerja pabrik tidak ekonomis. Ketidakekonomisan pabrik dibebankan kepada masyarakat, petani rugi, perusahaan rugi, pemerin­tah tidak akan dapat apa­ apa,”katanya

Diharapkan    kehadiran pabrik glifa itu, pemerintah daerah memberikan prior­ itas  supaya   menyediakan kekurangan   lahan   tanam tebu ses.uai dengan kebutu­ han pabrik. Pada prinsipnya, lanjut Bambang,  Kementrian  akan  memberikan dukungan   kepada   petani yang akan menanam  tebu.

“Pak Menteri Pertanian mengharapkan kepada kita semua, kepada pemerintah daerah baik gubernur aupun bupati   yang   betul-betul menyeriusi kegiatan-kegia­ tan pembangunan perkebunan akan diberikan anggaran yangcukup,” ucapnya. Terkait dengan penyediaan areal tanaman tebu, Bambang mengharapkan pemerintah daerah memetakan daerah-daerah yang berada   di sekitar  pabik gula  tersebut.  Bila perlu pemerintah daerah melindungi lahan yanga ada di sana dengan membuat Perda. Bahwa lahan tersebut hanya diperuntukkan menanam tebu. “Sehingga wilayah-wilayah di sekitar pabrlk betul-betul diperuntukkan menjadi lahan tetap industri,” tandasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »