Jagung Lokomotif Perekonomian Dompu

Penyumbang PDRB Tertinggi di NTB

MATARAM-Produktivitas pertanian dengan komoditas jagung di Kabupaten Dompu terus meningkat. Manfaatnya pun dirasakan langsung masyarakat dan Pemkab Dompu. Jagung menjadi faktor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi dan menurunnya angka kemiskinan di salah satu kabupaten di Pulau Sumbawa tersebut.

Bupati Dompu H Bam bang M Yasin mengungkapkan bagaimana betapa masif penurunan angka kemiskinan di wilayahnya menyusul keberhasilan komoditas jagung Dompu bahkan kata dia mendapat penghargaan sebagai kabupaten terbaik terkait penurunan angka kemiskinan di NTB. Penurunan angka kemiskinan sangat konsisten rata-rata 1,2 persen sampai 1,3 persen setahun. Kalau dirangking seluruh kabupaten/kota di NTB, Dompu di peringkat tiga di bawah Kota Bima dan Mataram,kata Bambang Jika dilihat dari sisi pendapatan per kapita maka Dompu kata dia menempati posisi yang teratas di NTB. Jagung menjadi penyumbang paling besar dalam produk domestik regional bruto (PDRB) dalam beberapa tahun terakhir ini Bupati yang akrab disapa HBY ini mengatakan, di tahun ini saja perputaran di para petani jagung bisa mencapai Rp 1,9 triliun Hal tersebut yang membuat perekonomian dari sektor riil tumbuh dengan baik di Dompu. Di tahun ini Dompu bahkan mengalami pertumbuhan ekonomi 6,1 persen, melampaui rata-rata kabupaten/kota, bahkan provinsi NTB.

APBD Dompu itu Cuma sekitar Rp 1,1 triliun sementara uang jagung bisa mencapai Rp 1,9 triliun jadi manfaat jagung ini bisa dirasakan semua elemen Dompu tak terlepas dari konsistensi menjalankan program Pijar dari tahun 2011. Program yang awalnya diinisiasi Pemprov NTB ini merupakan singkatan dari sapi, jagung, dan rumput laut. Tiga komoditas unggulan di Bumi Gora.

Pemkab Dompu memang secara serius menjalankan program tersebut, terutama untuk komoditas jagung Mereka mewujud melalui 3K, yakni kontuinitas produksi, kuantitas dan kualitas. Dari tiga hal tersebut, Bupati menjamin bahwa tananaman jagung akan tetap ada di Kabupaten Dompu dengan jumlah banyak dan kualitas yang memenuhi standar industri Dukungan juga diberikan kepada petani melalui pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dompu pemerintah membangun jalan-jalan baru sebagai akses perekonomian petani. Infrastruktur jalan itu menambah semangat petani untuk terus menanam jagung. HBY mengatakan, sekitar dua atau tiga tahun lalu banyak petani yang kesulitan akses untuk mengangkut hasil produksi jagung dari lahannya menuju ke kota Hal tersebut membuat petani tidak memaksimalkan potensi lahan mereka untuk menanam jagung Para petani hanya menanam lahan miliknya dengan sebagian kecil dari total luas lahan itu. Bahkan di Manggalewa, ada yang memilih menanam padi karena mudah diangkut Kerja Dinas PUPR tidak sampai di sana. Pembangunan embung dan identifikasi sumber air terus dilakukan. Tujuannya satu, meningkatkan intensitas tanam jagung di lahan kering Buah dari upaya tersebut terlihat saat ini. Intensitas tanam jagung semakin meningkat. Dari yang semula hanya satu kali setahun, kini bisa tiga kali tanam jagung dilahan yang kering. Ini juga yang kemudian membuat kuantitas jagung di Dompu terus meningkat.

Petani jagung yang selama ini hanya tanam sekali, dengan bantuan sumur pompa, embung, bisa tanam dua kali. Bahkan beberapa tempat di Manggalewa, bisa sampai tiga kali melampaui tahun berjalan,” kata HBY Jadi kalau sekarang ada volume jagung yang semakin naik dan luas areal yang semakin bertambah, itu bukan semata-mata karena ada perambahan hutan, melainkan adanya perubahan pola tanam masyarakat musim tanam ketiga, dari palawija ke Jagung,” sampung Bupati Dompu dua periode tersebut Jaminan kesuksesan petani jagung juga mendapat garansi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Untuk jagung dengan kadar air 17 persen hingga 18 persen, per kilogramnya dihargai Rp 3.150. “Konsistensi harga ini juga yang membuat petani sejahtera dan membawa efek ke Kabupaten Dompu,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Bupati mengaku program jagung ini tidak bisa dijalankan karena membutuhkan dukungan juga dari Pemprov NTB, yang pertama kali menelurkan program Pijar. Dukungan dari pemprov terkait dengan pembangunan infrastruktur pendukung jagung, seper ti sumur pompa, sumur dalam, dan embung kecil yang bisa menampung air. “Kita butuh ratusan embung baru, sehingga ketersediaan air untuk jagung bisa ada sepanjang tahun,”Imbuh dia HBY mengatakan, Pemkab Dompu membutuhkan dukungan penuh dari pemprov dan pusat. Tujuannya tentu untuk menyukseskan komoditas jagung di wilayahnya Sebab, dengan hasil yang diraih saat ini, bisa menjadi bukti bahwa komoditas jagung cukup menjanjikan untuk perekonomian NTB. “Ini masuk tahun ketujuh. Bisa kita lihat hasilnya, pertumbuhan ekonomi melonjak tinggi,” kata HBY. “Tapi kita butuh support dari provinsi juga, karena APBD kita terbatas. Apalagi wilayah kabupaten dompu yang sebagian besar terdiri dari bukit dan gunung, tanah tegalan yang kering, membutuhkan infrastruktur perairan agar intensitas tanam meningkat,” tandas dia. (*/dit/adv/r8)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »