DUKUNG PEMBANGUNAN KEK MANDALIKA

KETUA DPP Real Estate Indonesia, Soelaeman Soemawinata mengatakan masih berkomitmen mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, Lombok Tengah. Komitmen ini ia sampaikan usai pelantikan pengurus REI Provinsi NTB 2017-2020 Soelaeman menyebut NTB adalah daerah yang strategis, dan memiliki potensi alam luar biasa. Beberapa waktu lalu rombongan REI secara nasional juga sempat mengunjungi langsung KEK Mandalika yang kini menjadi perhatian pemerintah dan dunia.

Meraka yang datang menyaksikan langsung keindahan pantai sekitar dari atas bukit Merese. Soelaeman mengatakan, sudah ada beberapa pengembang besar yang tertarik ingin ikut membangun di KEK Mandalika. Karena banyak hal yang menjadi konsen saya, makanya belum fokus ke Mandalika. Tapi saya akan review kembali rencana mendukung pembangunan KEK Mandalika, demikian Soelaeman pada Suara NTB.Yang paling penting ingin dilakukan, meminta kepastian dari operatornya. Dalam hal ini, Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), apakah masih akan memberikan kesempatan kepada pengembang nasional. Belum disebut rencana pembagunan yang akan didukung “Yang jelas, yang sudah tertarik ini adalah pengembang Mereka ingin datang melihat Mandalika. Dan kami akan pastikan apakah ITDC masih siapkan space,” jelasnya.

Selain itu, Soelaeman juga mengingatkan kepada anggotanya yang ada di NTB untuk mengambil peran memperkuat pembangunan di dalam daerah. Jangan sampai kemudian investasinya didominasi oleh investor luar. Otomatis yang didapat ke daerah tidak sebesar yang diharapkan. Karena itu pengembang lokal harus ambil bagian Lebih jauh, setiap pembangunan/investor yang masuk di provinsi ini, seharusnya melalui para pengusaha lokal. Artinya, pengusaha lokal menjadi mitra pemerintah untuk memastikan calon-calon investor yang masuk. “Bagaiamanapun, orang lokal yang tahu daerahnya. Orang lokal yang tau bagaimana cara-cara pengurusan izin. Dan orang lokal yang tahu bagaimana caranya berinvestasi di daerah. Seharusnyalah bermitra kuat dengan pemerintah. Pemerintah daerah juga perlu melibatkan pengusaha lokal untuk memastikan dan mencaritau track record investor yang masuk,” sarannya.

Bila kemitraan antara pemerintah daerah dan pengusaha lokalnya kuat, Soelaeman meyakini multiflier efek dari berbagai aktivitas investasi di daerah akan jauh lebih besar diterima. Terkait KEK Mandalika, Komisaris ITDC, Drs. L Gita Ariyadi, M.Si menggambarkan kembali tentang KEK Mandalika, yang ditetapkan dengan PP Nomor 52 tahun 2014 tentang KEK Mandalika. Luas lahannya mencapai 1.250 hektar. Dengan pantai berpasir putih sepanjang 7,5 kilometer menghadap Samudera India. Infrastruktur dasar KEK Mandalika terus dikebut. Beberapa investor yang akan masuk di sana juga telah siap-siap memulai aktivitas investasi Diantaranya, Vinci, investor Prancis yang akan menginvestasikan Rp 7 triliun utuk membangun 6 hotel, 1 convention hall, serta sirkuit MotoGP. Selain itu,ITDC juga telah mendapat dukungan dari Asian Infrastructur International Bank (AllB) di Cina, yang merupakan saingan bank dunia yang siap mendukung pendanaan hingga di atas Rp 1 triliun. (bul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »