Investor AS Jajaki Investasi di Lombok

MATARAM, KOMPAS — Konsulat Jenderal RI di New York membawa delegasi investor asal Amerika Serikat berkunjung ke Indonesia. Mereka mengawali kunjungan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, lalu ke DI Yogyakarta dan Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah menteri. Kunjungan itu dimaksudkan untuk menjajaki peluang berinvestasi di beberapa daerah itu, termasuk di Lombok.

Konsul Ekonomi KJRI di New York, Winanto Adi, bersama rombongan delegasi sebanyak 11 investor AS, Senin (19/2), diterima Sekretaris Daerah NTB Rosiyadi Sayuti di Mataram, Lombok. Dalam pertemuan itu diisi dialog antara para kepala dinas di NTB dan para investor AS yang meliputi bidang perikanan, pertambangan, perumahan, dan pelayanan bidang kesehatan.

Rosiyadi menawarkan sejumlah kawasan potensial di NTB, antara lain kawasan khusus ekonomi Mandalika di Lombok Tengah, potensi minapolitan Kawasan Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora) di Pulau Sumbawa, dan rencana pembangunan Lombok Global Hub di Lombok Utara— sebagai jalur pelabuhan niaga internasional di Alur Laut Kepulauan Indonesia II. Pemerintah Provinsi NTB juga memberikan kemudahan dan regulasi guna menjamin keamanan berinvestasi di provinsi itu.

Seusai pertemuan, Winanto Adi mengatakan, kunjungan para investor AS itu merupakan inisiasi KJRI New York yang ingin mengubah pola memasarkan potensi investasi Indonesia di luar negeri, termasuk di AS. Presiden Joko Widodo merasa prihatin atas kurang efektifnya kegiatan promosi Indonesia di luar negeri, seperti bidang pariwisata, investasi, dan perdagangan.

Biasanya promosi investasi di luar negeri hanya mengundang narasumber dari Indonesia dan sejumlah investor yang terdaftar di AS. ”Kami ingin mengubah mindset dengan cara investor AS datangkan dulu ke sini dan memberikan informasi agar mereka bisa melihat langsung potensi investasi, sekaligus kita bisa belajar apa sebetulnya yang mereka inginkan,” ujarnya.

Co-Chief Executive Officer Stern Resources Hartadinata Harianto mengatakan, kunjungan ke Lombok sangat bermanfaat bagi investor asal AS guna menjajaki peluang investasi di NTB. ”Selama ini di AS yang kami tahu NTB hanya Lombok dan hanya punya potensi pariwisata. Tapi setelah kunjungan ini, kami jadi tahu ada banyak sektor yang punya peluang, seperti perikanan dan health care, selain sektor pariwisata,” ujarnya. Sebanyak 16 investor AS yang diundang, tetapi baru 11 orang yang ke Lombok. Sementara 5 lainnya akan bergabung dalam pertemuan dengan para menteri di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »