promosi

KAMPUNG KAKAO DI LOMBOK UTARA DIGUYUR RP 3,6 MILIAR

KEMENTERIAN Pertanian RI memberikan dukungan anggaran untuk pengembangan kampung kakao di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sebagai langkah awal, Kementerian Pertanian RI baru menyetujui usulan itu sebesar Rp 3,6 miliar untuk tahun ini Anggaran tersebut nantinya akan dialokasikan untuk pemanfaatan lahan kakao seluas 200 hektar dari potensi 1.400 hektar hanya di kecamatan Gangga. Alokasi anggaran itu, Kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. Husnul Fauzi, M. Sl untuk mendukung kegiatan peremajaan tanamanan yang rusak,pemangkasan pohon, sarana pendudukung jaringan perpipaan.

“Saat ini tahapannya sedang dilakukan verifikasi CPCL (Calon Petani Calon Lahan), kata Husnul Fauzi pekan kemarin.Pengembangan kampung kakao di Lombok Utara ini dalam rangka menyambut tumbuhnya investasi besar di Lombok Utara, yakni Pembangunan Global Hub Bandar Kayangan. Lalu bagaimana proses hilirisasinya kemudian? Kepala dinas juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Pulau Jawa. Puslitkoka yang akan memberikan referensi pabrik-pabrik di Pulau Jawa yang akan melakukan pengolahan kakao menjajadi produk cokelat siap pasar. Menariknya produk yang dihasilkan itu dengan branding kakao Lombok Mentahnya (biji kakao) akan dikirim dari NTB ke pabrik. Nanti balik ke Lombok dalam bentuk cokelat dengan nama NTB, kata kepala dinas.

Cara ini dilakukan karena cukup berat mengembangkan industri rumahan di daerah. Apalagi pasar sudah sangat selektif terhadap produk produk rumahan. Syaratnyapun cukup beragam. “Cokelat kita akan perkenalkan ke pasaran dengan lebel pabrikan. Sambil kita belajar dan matang membuat cokelat seperti pabrikan, demikian Husnul. (bul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »