THE MANDALIKA KUTA LOMBOK SEMAKIN MANTAP

KAWASANEkonomi Khusus (KEK) The Mandalika yang dikelola PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), atau Indonesia Tourism Development Corporatioan (TTDC) telah disulap menjadi destinasi berkelas dunia, dan semakin mantap.

Kawasan pariwisata seluas 1.175 hektare (ha) tersebut memiliki hamparan pasir putih bertekstur merica dan halus sepanjang 16 kilometer (km). Dikelilingi perbukitan hijau,sehingga menjadi daya tarik dan daya pikat tersendiri. Sebut saja, pantai Seger, Serenting,Tanjung Aan, Bukit Merese dan pantai Kuta.

Peresmian operasional KEK Mandalika oleh Presiden Joko Widodo 20 Oktober 2017 lalu pun menjadi magnet tersendiri. The Mandalika pun, menjadi destinasi favorit dunia dan nusantara. “Dulunya, ITDC itu bernama BTDC.

Kami perusahaan milik negara, yang memiliki lini bisnis pengembangan kawasan pariwisata di Indonesia,” kata Kepala General Affair KEK Mandalika Lanang Bratasuta, kemarin (4/4) Selama 42 tahun berjalan, ungkap Brasuta, pihaknya telah membangun dan menglola The Nusa Dua. Sekarang, giliran The Mandalika. Itu sesuai PP Nomor 33 2009 tentang, perubahan atas PP Nomor 50 Tahun 2008 tentang, PMN. The Mandalika pun merupakan satu dari 10 kawasan yang diprioritaskan.

Kini, ITDC pun tengah menyelesaikan penataan pantai Kuta. Beberapa fasilitas yang dibangun yaitu, beack walk, restroom area,lifeguard, zona bermain anak-anak, panggung terbuka, zona berenang dan wahana water sport. Nantinya, wahana tersebut akan dikembangkan sebagai sport tourism menyongsong PON 2024. Ada juga, sentra parkir, bazar UKM dan alun-alun yang terletak disekitar areal Masjid Nurul Bilad Khusus pusat bazar UKMK, terang Bratasuta, ITDC akan membangunnya di areal masjid. Dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat. Pembangunannya pun didukung Kementerian Koperasi dan UKM. “The Mandalika pun, akan menjadi pusat perekonomian baru di Loteng,” ujar Bratasuta.

Anggota Banggar DPR RI pun memberikan apresiasi terhadap progres pembangunan The Mandalika. Mereka pernah mengunjungi The Mandalika 22 Maret lalu dipimpin langsung Ketua Banggar Azis Syamsudin. Banggar pun pernah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 miliar pada tahun 2015-2016 lalu. Hadir pula direksi BUMN lainnya meliputi Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur (SNI) Emma Sri Martini, Dirut SMF Ananta Wijogo dan Direktur PT PPI Salusra Satria. Mereka pun sepakat menjalankan kerja sama kedua belah pihak. (dss/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »