promosi

GULA AREN “BUKIT TUAN” AKAN DIPERKENALKAN DI MALAYSIA

Mataram (Suara NTB) Kementerian PDT memilih gula aren, produk kelompok “Bukit Tuan” Kekait, Gunung Sari Lombok Barat untuk dipromosikan ke forum internasional di Malaysia pada 25 April 2018 ini. NTB diwakili dua produk, termasuk ketak Kementerian PDT sejak Februari 2018 ini telah melakukan seleksi produk apa saja yang akan difasilitasi untuk di promosikan di luar negeri. Gula merah “Bukit Tuan” salah satunya yang dipandang di internasional. Promosi akan dilakukan di KBRI di Kuala Lumpur Di negara penghasil sawit itu, rangkaian kegiatan sekaligus dilakukan Business to Business (B to B). Dimana akan dipertemukan pengusaha dari masing-masing negara. Kesempatan ini menjadi peluang gula merah NTB semakin “naik daun”.

Ketua Kelompok Bukit Tuan, H. Mustaan menyatakan sudah mempersiapkan produk yang akan dipromosikan di negeri jiran itu. Beberapa produk turunan air nira ini diantaranya, gula semut bandrek, gula briket (gula cetak), gula cair, dan kopi gula aren contoh produknya telah disediakan “Kemasan produk, standar mutu, legalitas sudah terpenuhi,” kata Ketua Asosiasi Aren Indonesia (AAI) Provinsi NTB ini saat di hubungi Suara NTB di Mataram, Senin (26/3) kemarin H. Mustaan di hadapan forum akan menyampaikan secara detail mengenai produk ini, kemampuan produksi, dan kemampuan kirim ke luar NTB. Tentu sekaligus mempromosikan NTB sebagai penghasil gula aren terbaik “Kita mengharapkan melalui kegiatan yang difasilitasi oleh Kementerian PDT ini, potensi pasar luar negeri akan terbuka lebih lebar,” harapnya.

Diawal pekan ini, Kementerian Keuangan bekerjasama dengan bank Exim (Bank Expor-Impor) dialkukan sosialisasi di Novotel. Lombok Tengah. Pada kegiatan ini, lanjut H. Mustaan, sekaligus akan didiskusikan peluang pasar gula aren ke Afrika. Peluang-peluang seperti ini menambah potensi NTB sebagai eksportir gula aren ke depannya.

Bagaimana dengan potensi? H. Mustaan menerangkan,sejauh ini yang bisa ia jangkau sebanyak 123 hektar pohon aren, khusus yang ada di wilayah Gunung Sari. 123 hektar ini dikelola oleh beberapa kelompok. Hasilnya,dalam sebulan mampu memproduksi 10 ton gula merah semut. Belum lagi gula aren dalam berbagai turunan.

Dengan kemampuan produksi yang sekarang,Jepang yang masih intens menjadi tujuan pengiriman produk. Meskipun permintaan gula aren dari negeri Sakura itu belum cukup besar. Meski begitu, H. Mustaan mengatakan masih mampu memenuhi kebutuhan luar negeri. Apalagi yang dijangkaunya masih terbatas hasil panen air nira di wilayah Gunung Sari.”Belum kawasan-kawasan lain di Lombok Barat. Lombok Tengah, KLU dan Lombok Timur. Pulau Sumbawa juga demikian. Kalau permintaan luar negeri benar-benar menjanajikan, tinggal kita koordinasikan teman-teman di daerah,” demikian H. Mustaan. (bul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »