PEMODAL KOREA TERTARIK INVESTASI LAPANGAN GOLF DI GILI GEDE

Gili Gede, Sekotong, Lombok Barat benar-benar laris manis. Pulau kecil tersebut menjadi embrio Gili Trawangan kedua, dengan konsep pembangunan kawasan yang sedikit berbeda tentunya. Pemodal asal Korea, sedang membidik destinasi ini untuk membangun infrastruktur sport tourism.

Gili Gede adalah salah  satu kawasan eksotis pariwisata yang akan menopang pembangunan sektor pariwisata NTB masa depan, selain KEK Mandalika di Lombok Tengah. Gili ini benar-benar akan hidup, apalagi setelah Marina Del Ray menanamkan investasinya untuk membangun pelabuhan khusus yacht pertama di Indonesia. Marina Del Ray telah memulai pembangunannya. Izin-izin dari pemerintah pusat telah dikantongi.

Sekretaris Camat Sekotong, Lalu Pardita Putra Utama, SE kepada Ekbis NTB mengatakan, pemodal asal Korea memiliki keinginan besar untuk menempatkan dananya di Gili Gede untuk pembangunan resort, dan lapangan golf ini. Komunikasi awal sudah mulai digelar, meskipun keinginan itu belum disampaikan secara resmi kepada pemerintah daerah. Sekitar 150 hektar lahan dibutuhkan dan saat ini sedang dilakukan penjajakan. Jika memungkinkan lahan seluas itu tersedia, dananya akan ditanamkan disana.

Dalam sebuah literatur pariwisata, Gili Gede adalah sebuah pulau kecil yang terletak 500 meter di sebelah barat laut Pulau Lombok. Gili Gede merupakan pulau terbesar yang dimiliki kabupaten Lombok Barat yaitu dengan panjang maksimum 4 Km.

“Sudah ada yang turun cek langsung lokasi. Kalau sudah pas, akan dilanjutkan dengan mengurus izin-izinnya. Yang penting terjamin keamanannya,” demikian L. Dita, panggilan akrabnya.

Ditemui media ini di Mataram, Minggu (1/4/2018), Lalu Pardita menegaskan, ada puluhan pemodal yang telah bercokol di Gili Gede. Seluruhnya bergerak di sektor pariwisata, dengan membangun fasilitas penginapan dan tempat tinggal bagi wisatawan. Marina Del Ray menjadi investor terbesarnya.

Terhadap keinginan besar investasi pemodal asal Korea untuk membangun  resort dan lapangan golf, jikapun tak memungkinkan di Gili Gede, tawarannya adalah Sekotong Barat. Dengan lokasi yang pemandangannya menghadap langsung ke Gitanada (Gili Tangkong, Gili Nanggu dan Gili Sudak). Sekotong Barat ini juga tak kalah strategisnya dengan Gili Gede. “Alternatifnya mana-mana sudah nanti, tergantung pilihan hati pemodalnya,” imbuhnya.

Dengan makin banyaknya investasi yang kepincut Gili Gede dan Sekotong pada umumnya, Lalu Pardita mengatakan bahwa SDM lokal harus dipersiapkan. Kegiatan – kegiatan pelatihan bagi masyarakat setempat harus digalakkan. Misalnya, pelatihan untuk persiapan tenaga keamanan (security), pelatihan sekretaris, akunting serta di sektor yang terkait dengan pariwisata lainnya.

“Kalau tidak segera dipersiapkan, SDM kita bisa disalip tenaga luar. Bisa saja perusahaan juga mengalokasikan dana CSR atau PKBLnya untuk mendukung pembangunan SDM berkelanjutan yang ada di Sekotong,” katanya. (Bulkaini/Ekbis NTB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »