INDUSTRIALISASI UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

ALHAMDULILLAH bersyukur NTB dianugarahi oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa alam yang indah dan kekayaan alam yang berlimpah. Keindahan alam NTB ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata. Selain indah, tanahnya yang subur membuat berbagai komoditas pertanian dan perkebunan seperti jagung, kopi, pisang, cokelat, cengkeh vanili, padi, cabe, bawang, tomat, dapat tumbuh dengan baik dan bahkan hasilnya yang melimpah tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan dalam daerah saja melainkan juga dapat menopang kebutuhan masyarakat di daerah luar NTB. Melimpahnya berbagai komoditas sumber daya di NTB ini tentų tidak terlepas dari hasil capaian pemerintahan NTB sebelumnya yang sangat fokus dalam meningkatkan jumlah produksi khususnya terhadap tiga komoditas unggulan yaitu sapi, jagung dan rumput laut yang disingkat dengan PIJAR. Keberhasilan NTB dalam meningkatkan produksi pertanian inilah yang kemudian membuat supply hasil pertanian kita melebihi demand atau permintaan yang berasal dari dalam daerah. Dengan demikian, maka surplus komoditas pertanian yang kita hasilkan itu kemudian diekspor untuk mencukupi permintaan ditempat yang lain.

Berangkat dari kondisi seperti ini, kami dari Pemerintah Provinsi NTB berpikir bahwa, apabila surplus hasil pertanian ini hanya dikirim ke luar daerah atau bahkan keluar negeri masih dalam bentuk bahan primer, maka keuntungan yang didapatkan tidak terlalu besar. Untuk itu, perlu ada sentuhan lebih untuk dapat meningkatkan nilai jual terhadap komoditas sumber daya tersebut. Sentuhan lebih itulah yang kami terjemahkan ke dalam program nyata NTB 2019-2023 yaitu industrialisasi.

Konsep Industrialisasi NTB industrialisasi, tentu tidak terlepas dari yang namanya teknologi. Hadirnya teknologi ini kemudian membuat kerja manusia menjadi semakin efektif dan efisien. Banyak orang mengira bahwa, industrialisasi yang menjadi salah satu program prioritas NTB ini berkaitan dengan pabrik-pabrik besar dengan teknologi-teknologi canggih dan mahal untuk

mengolah berbagai sumber daya di NTB. Sejatinya tidak demikian adanya.Secara sederhana, konsep industrialisasi yang sedang digalakkan di NTB ini adalah bagaimana menghadirkan teknologi yang bisa digunakan oleh para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk mengolah berbagai komoditas sumber daya yang ada di daerah supaya memilikinilai tambah.

Dengan adanya nilai tambah ini, maka nilai jualnyapun akan sermakin meningkat. Untukmengeksekusi program industrialisasi ini, kini telah dibangun Science Techno and Industrial Park (STTP) di dua tempat yaitu satu di Pulau Lombok yang lokasinya di Banyumulek Lombok Barat dan satu lagi lokasinya di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Melalui STIP inilah nantinya akan menyediakan dan memproduksi berbagai jenis teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat pelaku IKM tersebut.

Selain menyediakan sarana produksi, STIP bersama dengan dinas terkait juga membantu menyediakan akses pasar terhadap produk yang dihasilkan dengan mengembangkan aplikasi
pemasaran berbasis internet atau dengan kerjasama berbagai pihak. Dengan adanya akses pasar ini; diharapkan akan mampu memperluas jaringan pemasaran yang tidak hanya menjangkau pasar domestik saja melainkan juga pasar global. Untuk mempersiapkan dan mencetak lebih banyak pengusaha muda di NTB, STIP juga mem buka Sekolah Wirausaha
bagi anak-anak muda NTB lulusan SMA/SMK MA dengan maksimal usia 30 tahun.

Mereka yang lulus seleksi untuk mengkuti Sekolah Wirausaha ini akan mendapatkan pelatihan, magang kerja, study tour, dan program inkubator bisnis selama satu tahun. Seluruh biaya selama pendidikan ditanggung oleh STIP. Melalui program industrialisasi ini juga, kualitas SDM dari para pelaku IKM NTB akan terus dibina dan ditingkatkan baik pengetahuan maupun kemampuannya dalam bidang teknis dan manajemen, supaya SDM dari pelaku IKM NTB ini dapat mengelola usahanya dengan lebih baik.

Dengan konsep industrialisasi seperti ini bukan berarti NTB menutup diri dari industri industri besar atau investor yang mau serius berbisnis di NTB. NTB terbuka bagi para investor yang memiliki komitmen tinggi untuk membuka usaha di NTB. Tentu, dengan mengikuti syarat dan aturán-aturan yang berlaku di NTB. Misalnya, kami mempersilahkan jika ada industri besar yang ingin mengolah jagung NTB menjadi berbagai produk turunannya seperti pakan ternak. Hal ini mengingat, produk dengan bahan baku jagung di NTB sangat memungkinkan untuk diproduksi dalam skala industri besar karena telah terjamin kuantitas, kualitas, dan kontinyuitasnya.

Industrialisasi Untuk Kesejahteraan Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian NTB disebutkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor industri pengolahan
di NTB baru mencapa 4.44 persen. Hal ini disebabkan masih banyaknya komoditas unggulan NTB diperdagangkan dalam bentuk barang primer. Untuk itu, kedepan kita upayakan supaya komoditas sumber daya NTB dapat diolah menjadi produk setengah jadi ataupun produk jadi yang siap dikonsumsise belum diekspor. Jumlah IKM kita akan terus ditingkatkan selain untuk mencetak wirausahawan baru, juga dapat menambah jumlah lapangan kerja yang bisa menyerap banyak tenaga kerja di NTB. Hitungan matematis Dinas Perindustrian NTB jika saja 50 persen produk pertanian bisa diolah melalui industri pengolahan dan diperoleh nilai antara (nilai tambah) sebesar 30 persen maka sumbangan sektor industri terhadap PDRB akan naik sebesar 3,3 persen.

Dengan demikian, semakin banyak komoditas sumber daya kita yang dapat diolah maka akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misi kelima NTB yaitu NTB Sejahtera dan Mandiri pun dapat terwujud dengan baik. Apabila industrialisasi ini berjalan dengan baik para petani kita tidak lagi khawatir ketika hasil panennya melimpah. Akan ada banyak industri-industri pengolahan yang siap menampung hasil panen mereka dengan harga yang stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »