Pemprov NTB akan Datangi Perusahaan Tambang

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan mendatangi perusahaan-perusahaan tambang. Mengajak untuk memfasilitasi pelatihan tenaga kerja khusus yang nantinya akan mengisi peluang-peluang kerja di sektor pertambangan. Diketahui, jumlah perusahaan tambang di NTB tak sedikit. Dari yang kelas menengah, sampai ke perusahaan tambang besar. Sebut saja yang paling menonjol adalah VI’. Amman Mineral Nusa Tenggara pengganti 14. Newmont Nusa Tenggara yang melakukan eksploitasi di Kabupaten Sumbawa barat. Gubernur NTB. Dr. H. Zulkieflimansyah meminta kepada perusahaan tambang agar menyatukan diri dengan masyarakat, setidaknya di sekitar kawasan tambang. Dengan memberikan pelatihan-pelatihan keahlian khusus di sektor pertambangan. Dengan begitu, kata gubernur tak perlu mendatangkan orang luar, kecuali tenaga-tenaga yang sangat spesifik. ‘Masyarakat jangan dilawan. Jangan dihadapkan dengan petugas di lapangan.

Beri mereka pelatihan dan libatkan mereka bekerja. Masyarakat sendiri yang akan menjaga tambang itu nantinya dengan keringat, air mata dan darahnya. Karena mereka bagian dari itu. Bukan dengan mendatangkan orang luar,” kata gubernur di kantor Suara NTB, Kamis (15/8) kemarin. Kaitannya dengan hal ini. Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NT B, Dr. Muhammad Agus Patria, SH, MH menyatakan mendukung sepenuhnya semangat gubernur agar sektor pertambangan ini memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi penyediaan lapangan pekerjaan. Sampai saat ini belum ada kerjasama perusahaan tambang dengan pemerintah daerah untuk program pelatihan kepada masyarakat di bidang kerja khusus di sektor pertambangan.

Karena itu, Agus Patria mengatakan Pemprov NTB siap bekerjasama dengan perusahaan pertambangan. Kepala dinas juga mengatakan akan jemput bola. Kepada perusahaan-perusahaan pertambangan untuk bekerjasama melatih masyarakat untuk bidang-bidang pekerjaan khusus di sektor pertambangan. Pemprov NTB memiliki perangkat pelatihan keterampilan, yaitu Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi NTB di Dasan Cermen Mataram. “Jenis keahlian yang dilatih masih umum. Misalnya otomotif, kelistrikan, las. Belum ada secara spesifik bidang-bidang di pertambangan. Tapi lulusan umum ini juga sudah bekerja di pertambangan,” imbuhnya. Diketahui angkatan kerja di NTB setiap tahun makin bertambah. Satu perguruan tinggi bahkan dua kali menelurkan alumni. Disatu sisi, angkatan kerja ini belum siap dijamin tertampung dunia kerja. Pertambangan adalah sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Sayangnya, hanya sedikit putra-putri daerahyang menjadi bagian di dalamnya. (bul)

 

Sumber: Suara NTB, 16 Agustus 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
error: Content is protected !!