Sekotong Bakal Punya Penginapan di Atas Laut

Gili Gede Diproyeksikan seperti Maldives
GIRI MENANG- Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong bakal menyedot perhatian wisatawan. Lantaran, saat ini para investor tengah menyiapkan sejumlah penginapan dengan pemandangan yang luar biasa indahnya di desa yang dikenal dengan Pulau Rahasia tersebut. “Kami sedang menyiapkan rencana pembangunan penginapan di atas laut sekitar lokasi bakau,” terang owner Tamarind Hotel Abu Bakar Abdullah. Ini akan menjadi salah satu ikon baru di Gili Gede. Karena sejauh ini belum pernah ada penginapan yang dibangun di atas laut di Pulau Lombok atau NTB secara umum. Sebagai langkah awal keseriusannya membangun penginapan di atas laut, Abu Bakar juga sudah mengurus izin lingkungan hidup ke Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat (Lobar) hingga dinas terkait. la juga bahkan mendatangkan konsultan perencana dari Bali untuk mewujudkan keinginannya membangun penginapan di atas laut ini. Tempatnya persis di depan Vila Bakau yang kini juga sudah hampir rampung di bangun. “Jadi sensasinya mirip seperti di Maldives nanti,” cetus Abu, sapaannya. Para wisatawan akan dimanjankan dengan pemandangan pantai Gili Gede yang indah. Dengan air laut yang jernih dan terunibu karang di dalamnya.

Mereka juga bisa snorkeling di lokasi yang tak jauh dari penginapan. Gili Gede dikatakannya menyimpan potensi alam yang luar biasa. Karena pulau ini berada di antara Bali dan Pulau Lombok. Namun lokasinya mudah dijangkau seiring keberadaan Pelabuhan di Tembowong. Saat ini, Gili Gede juga menjadi lokasi tempat sandarnya sejumlah kapal layar dari berbagai belahan dunia. Dari hari ke hai pascagempa setahun Ialu, kunjungan ke Gili Gede saat ini juga mulai membaik. Okupansi memasuki bulan Juli hingga Agustus mencapai 75 persen.  Senada dengan Abu Bakar, Koordinator Pelabuhan Tembowong Usman  menjelaskan per I September nanti penyeberangan akan dikelola oleh pihak pelabuhan. Karena saat ini penyeberangan masih dikelola manual oleh boatman. “Cuma kami tetap mencatat pengunjung yang datang menyeberang melalui Pelabuhan ini,” jelas Usman. Saat dikelola oleh pihak pelabuhan yang bernanung di bawah Dishub Lobar nanti, tiket penyeberangan disesuaikan dengan harga yang biasa diterapkan oleh boatman. Pengelolaan oleh pelabuhan bertujuan agar   penyeberangan lebih terorganisir. Sehingga data kunjungan wisatawan bisa terdata dengan baik. Mengingat, melalui Pelabuhan Tembowong, wisatawan tidak hanya menyeberang ke Gili Gede. Mereka juga biasanya memiliki tujuan ke Gili Layar, Gili Asahan dan Gili Rengit. Dari data pihak pelabuhan, tarif penyeberangan ke Gili Gede berkisar Rp 25-50 ribu per orang. Tergantung lokasi destinasi wisata yang dituju. (ton/r3)

 

Sumber: Lombok Pos, 27 Agustus 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »