Ketersediaan Infrastruktur dan Kemudahan Berinvestasi di NTB

Mataram –Untuk mempermudah akses dan konektivitas para investor dalam menjalankan investasinya di NTB, Pemprov NTB juga telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung. “Alhamdulillah kalau bicara rasio elektrifikasi (kelistrikan) kami di NTB sudah mencapai hampir 100 persen. Semua desa di NTB ini sudah tersambung aliran listrik. Tentunya ini merupakan informasi yang bagus bagi para investor yanga ada,” ujarnya pada Focus Group Discusion (FGD ) promosi investasi NTB dan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei yang berlangsung Jumat (8/01/2021) .

Selain itu lanjut Rum, terkait kemantapan jalan nasional yang membentang dari Lombok-Sumbawa hingga ujung timur di Kabupaten Bima  sudah hampir 100 persen mantap. Jalan provinsi juga sudah 100 persen mantap. Hal ini akan  mempermudah akses-akses transfortasi menuju ke kawasan yang potensi tadi.

Dari sisi konektivitas sektor perhubungan, di NTB sudah ada Pelabuhan Laut seperti Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Wisata Internasional Gili Mas, Lombok Barat yang disebut-sebut sebagai Pelabuhan yang cukup besar. Selanjutnya ada Pelabuhan Poto Tano (Sumbawa Barat),  Pelabuhan Sape, Pelabuhan Badas dan Pelabuhan Calabae. Pelabuhan Calabae sendiri beroperasi untuk  jalur perdagangan hasil pabrik olahan gula yang ada di Tambora. Berikutnyan ada Pelabuhan Perikanan di Pelabuhan Awang (Lombok), Pelabuhan  Perikanan Sape (Bima) dan Pelabuhan Teluk Santong (Sumbawa).

Terkait dengan konektivitas bandara yakni dengan sudah adanya Bandara Internasional Lombok (BIL), Bandara Sultan Salahudin (Bima), Bandara Sultan Kaharudin (Sumbawa).  “Tentunya dari ketersediaan infastruktur seperti jalan, pelabuhan ataupun bandara sudah sangat mendukung investasi yang ada di NTB.

HM Rum juga menyebut sejumlah pasilitas pendukung lainnya seperti adanya bendungan besar di NTB sudah cukup banyak.  Keberadaan Bendungan ini dinilai strategis untuk mmeberikan dukungan kepada para investor yang ingin mengembangkan investasinya di bidang peternakan, pertanian, perkebunan dan lainnya.

Bendungan dimaksud yakni Bendungan Batu Jae, Bendungan Pengga, Bendungan Pandan Duri, Bendungan Batu Bulan, Bendungan Pala Parado, Bendungan Bintang Bano, Bendungan Mamak, Bendungan Sumi, Bendungan Mila.

“Bahkan terakhir yang tengah dibangun saat ini adalah Bendungan Meninting di Lombok Barat. Karena itu adanya Bendungan ini diharapkan  persoalan sumberdaya air kita untuk menyuplai dan memberikan support untuk mendukung kerja-kerja investasi para  investor sudah tercukupi,” kata HM Rum.

Begitu juga dengan jaringan sarana dan prasarana telekomunikasi (internet ) di NTB  sudah cukup merata.  Karena itu keinginan para investor untuk berinvestasi dengan ketersediaan sarana-prasana pendukung tersebut sudah tidak ada masalah di NTB.

HM Rum juga menyampaikan kebijakan Gubernur/Wakil Gubernur NTB memastikan bahwa NTB ini dikenal sebagai daerah yang ramah investasi . Dimana ingin memastikan semua investor yang ada akan masuk di NTB ini akan dilindungi.

Bahkan lanjut Rum, sudah ada kepastian hukum yang diatur dalam  sebuah regulasi berupa Perda dan Pergub terkait kemudahan investasi atau insentif berinvestasi di NTB .

“Harapan kami agar semua investor yang masuk ke NTB agar benar-benar serius dalam memberikan kontribusi bagi NTB. Kami bisa dihubungi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) provinsi NTB  atau melalui Bank Indonesia Mataram. Karena kami kami semua dengan steakholder terkait sepakat untuk terus bersinergi guna  mempromosilkan potensi investasi yang ada di NTB,” tutup HM. Rum. (Hrw).

www.investasi-perizinan.ntbprov.go.id
.
#NTBGemilang #NTBRamahInvestasi
#NTBTangguhDanMantap #MotoGP2021
#TheMandalikaGP #KEKMandalika
#DPMPTSPProvNTB #DPMPTSPNTB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »