Capaian Investasi NTB Dipuji Pemerintah Pusat Ditengah Pandemi

Capaian Investasi NTB Dipuji Pemerintah Pusat Ditengah Pandemi

Mataram-“Membanggakan”, itulah  pernyataan yang layak disematkan kepada Pemprov NTB dalam hal capaian investasi di tahun 2020. Bahkan realisasi investasi tahun  2020 cukup menggembirakan, cukup signifikan progresnya.  Suatu capaian yang tak terduga, pasalnya ditengah pandemi Covid-19 yang masif terjadi, realisasi investasi malah jauh meningkat dibanding tahun 2019 atau sebelum santernya gempuran Covid-19.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum, M.T mengaku sumringah sekalipun di masa pandemi, capaian investasi di NTB cukup menggembirakan. Karena capaian inilah yang membuat DPMPTSP Provinsi NTB mendapatkan apesiasi positif pemerintah pusat yang menyebutkan NTB memang hebat.

“Ini artinya iklim invstasi kita selama ini berjalan sehat cukup baik. Realisasinya dua kali lipat 200 persen. Sementara dalam target investasi di RPJM kita adalah dari 11,5 Triliun menjadi 11,6 Triliun. Kita tentu bangga di masa pandemi kita bisa meraih prestasi capaian yang cukup memuaskan,” ujar mantan Kepala BPBD NTB ini belum lama.

Ia melanjutkan, dalam kondisi normal tahun 2019  lalu  sebelum adaya pandemi realisasi investasi saat itu mencapai 10,03 Triliun. Jika melihat perkembangan dari tahun-ke tahun  angka kenaikannya tidak terlalu menonjol, namun saat pandemi 2020 capaiannya justru meningkat tajam.

Dikatakan, capaian ini tentu menjadi penyemangat bagi jajarannya di DPMPTSP untuk lebih meningkatkan  integritas dan pelayanan kinerja kepada para investor menjadi lebih baik dan meningkat. Bahkan DPMPTSP Provinsi NTB selama ini melakukan aksi jemput bola kepada para investor untuk membantu mengurai jika ada permasalahan-permasalan baik administrasi atau di lapangan yang ditemukan  para investor

“Istilahnya kita berburu Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Jadi kami semua jajaran DPMPTSP melakukan LKPM itu. Karena memang ada banyak perusahaan-perusahaan yang kita temukan terutama hotel-hotel yang selama ini eksis ternyata tak bisa melaporkannya sama sekali. Artinya kesulitan dan hambatan yang dirasa oleh investor kita datangi untuk kita pasilitasi untuk kita  carikan solusinya. Kesulitan pembuatan laporan seperti itulah yang kita bantu untuk dipasilitasi pembuatan laporanya. Upaya ini akan kita gerakkan terus.  Makanya ini kita minta agar ada perjalanan dinas dalam daerah untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev),” kata Rum.

Rum menambahkan, dengan capaian 2020 yang melampaui  target pihaknya sangat optimis capaian target 2021 akan semakin meningkat. Hal ini mengingat di tahun 2020 ada beberapa perusahaan-perusahan besar yang sedikit tidak ada progress dan mereka berjanji tahun 2021 akan melakukan action dan DPMPTSP akan menagih terus dan melakukan jemput bola. “Kita tak pakai lagi istilah menungu tapi kita datangi mereka,” paparnya. (hrw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »