Investor Diharapkan Berdampak Positif Bagi Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Mataram-Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs HL Gita Aryadi, M.Si mengungkapkan, untuk menyikapi kendala-kendala yang dihadapi di lapangan harus dengan solusi yang saling menguntungkan antara masyarakat dengan pihak investor. Sehingga diharapkan hadirnya investor dapat memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

“Saya juga melihata bahwa pihak  PT. ESL sudah dari awal memiliki keseriusan untuk melakukan investasi di kawasan tersebut,” ungkap Sekda pada pembukaan Workshop Percepatan Penanganan Investasi di Sekaroh, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur di Hotel Astoria Mataram, Senin (15/3/2021).

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB ini menambahkan, segala permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan investor harus diselesaikan dengan cara-cara yang baik, sesuai dengan kebijakan dan hukum yang berlaku. Baik itu kendala dengan mekanisme pembebasan lahannya, pengelolaan kawasan dan kendala-kendala lain yang dihadapi di lapangan. Sehingga diharapkan kegiatan investasi PT ESL segera direalisasikan untuk membangun perekonomian masyarakat di kawasan itu.

“Jadikan workshop ini untuk memastikan kendala di lapangan harus clean dan clear. Sehingga kegiatan operasi investasinya dapat berjalan dengan baik. Juga penataan di sekitar kawasan termasuk penataan pantai Pink akan segera dilakukan,” pinta Sekda.

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, Ir. H Mohammad Rum, MT mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB melalui DPMPTSP akan mempercepat penanganan operasi PT Eco Solution Lombok (ESL) yang telah mengantogi izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) Pariwisata di kawasan Hutan Lindung Sekaroh Lombok Timur.

Investor asal Swedia itu direncanakan akan mengelolah lahan seluah 339 hektare dan suda mengantongi izin sejak tahun 2013 lalu. Termasuk di dalamnya penataan destinasi kawasan hutan, lautnya bahkan pengelolaan destinasi pantai Pink. Namun karena ada kendala-kendala yang dihadapi sehingga menghambat pengelolaan dan pembangunan sarana dan prasarana di sekitar kawasan belum juga nampak.

Mantan Kepala BPBD ini menyatakan, jika kendala di lapangan yang dihadapi oleh pihak investor dan masyarakat di sekitar kawasan bisa diselesaikan dengan baik. Artinya tidak ada pihak yang dirugikan, maka  pihak pemprov dan pemerintah kabupaten memiliki komitmen agar pengelolaan kawasan tersebut ditargetkan berjalan mulai Juni 2021 mendatang.

“Kalau lahannya nanti sudah clear, progres awal yang kami minta dari pihak PT ESL adalah rehabilitasi pantai pink sebelum adanya pembangunan fisik seperti hotel, vila dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, adapun kendala yang dihadapi di lapangan diantaranya adalah masalah lahan, kebijakan MoU dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, kemudahan pengelolaan di kawasan perairan dan masalah pengawalan atau keamanan di sekitar kawasan.

“Masalah-masalah itu kita akan diskusikan dengan pihak terkait untuk menemukan solusi terbaiknya. Sehingga kegiatan pengembangan dan pengelolaan investor akan berjalan sesuai harapan bersama,” ujarnya.

Ia menekankan, selama kegiatan investasi berjalan diharapkan tidak ada kegaduhan yang terjadi. Sebagai mana yang selalu ditekankan oleh Gubernur NTB Doktor Zul bahwa segala penyelesaian kegiatan investasi harus menghindari kegaduhan. Sebab, salah satu faktor utama dihadirkannya investasi di NTB adalah untuk memberi lapangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat NTB. (man/hrw).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com