Investasi Bahasa, Cara Investor Dekatkan Komunikasi dengan Ank Anak di Selatan Lombok

Lombok Timur-Pandemi Covid-19 tidak hanya melatih masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan agar terhindar dari berbagai serangan penyakit termasuk penularan Covid-19 yang tengah marak saat ini. Namun dibalik kewaspadaan masyarakat akan arti pentingnya kesehatan ternyata pandemi ini juga memunculkan kreativitas dan inovasi masyarakat yang lebih produktif di sektor lain.

Pembelajaran daring bagi anak-anak usia sekolah yang tengah gencar dilakukan pemerintah karena tidak memungkinkan dilaksanakannya pembelajaran secara luring ternyata tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk menimba ilmu d luar kurikulum yang selama ini ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Faktanya di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Panorama Cottages Beach Village Ekas Buana mensponsori pembelajaran bahasa asing bagi masyarakat setempat yang tinggal tidak jauh dari  kawasan hotel tersebut, mulai dari usia anak-anak yang masih aktif sekolah hingga masyatrakat umum. Pengenalan bahasa asing ini sebenarnya dimulai sejak hotel ini dibangun tahun 2018. Semangat anak-anak setempat terbilang cukup tinggi.

Kelompok belajar yang dinamai Tree of Hope (pohon harapan ) mencatat 30 orang anak-anak Ekas Buana yang mana pembelajaran bahasa asing ini dimulai sejak Desember 2020 tapi, namun sebelumnya sejak tahun 2018 sudah membangun komunikasi dengan mengajarkan mereka education civics.  Diantraranya, harus mengucapkan salam ketika berbelanja di warung, membuang sampah pada tempatnya dan berani menegur mereka yang tidak membuang sampah pada tempatnya dan wawasan umum lainnya yang bisa dijadikan pembicaraan lebih bermanfaat.

Dalam pelaksanaan bahasa asing ini, pemilik Panorama Cottages Beach Vilage Ekas Buana tidak sendirian. Ia mendapatkan support dan apresiasi dari Ketua Persatuan Istri Tentara (Persit) Dandim Lombok Timur Ira Pratiwi Wibowo. Selain muatan pembelajaran bahasa asing juga diajarkan cara berbicara dengan orang asing, cara menyapa (hormat), memberikan pertanyaan lebih banyak tetang wawasan negara orang asing tersebut atau kepada orang asing dijelaskan potensi wisata atau budaya di Ekas Buana.

Pembicaraan-pembicaraan yang masih tergolong klasik seperti sudah menikah, jumlah anak dan ain-lainnya yang bersifat pribadi diusahakan untuk ditiadakan. Bukan apa-apa karena  hal inidianggap tak perlu bagi orang asing. Mengajarkan bahasa inggris bagi anak-anak sejak usia dini dan masyarakat akan memberikan dampak positif untuk menghadapi perkembangan pariwisata ke depan.

Pemilik Panorama Cottage Ekas Buana Ny. Rut Siren itu biasa disapa juga mengaku selama mengajar anak-anak di Ekas, anak-anak begitu  aktif dan cukup very smart. Selain bahasa Inggris  juga diajarkan bahasa asing lainnya seperti bahasa Jepang, Bahasa Italia, Bahasa Korea, Bahasa Spanyol dan bahasa asing lainnya. Hal ini didasarkan karena wisatawan yang dating ke Ekas Buana tidak hanya dari satu Negara saja, namun dai berbagai Negara juga berkunjung ke desa wisata di ujung selatan Lombok Timur ini.

Mengajarkan banyak bahasa kepada anak-anak di Ekas Buana ataupun masyarakat lainnya juga terinspirasi dari kesediaan tamu-tamu asing yang menginap di Panorama Cottage Beach Ekas. Dan wisatawan ini juga tidak keberatan untuk menjarkan bahasanya ke anak-anak dan masyatrakat setempat. Dimulai dari hal-hal yang sederhana berupa bahasa sapaan atau ucapan selamat datang di Ekas Buana, apa khabar dan lainnya.

Membangun industri pariwisata tidak hanya mereduksi keinginan untuk mendatangkan para investor untuk berinvestasi di NTB.  Namun lebih dari itu bagaimana para investor bisa berinteraksi dan saling membuka diri dengan masyarakat.

“Saya ingin masyarakat belajar dan melihat bahwa ketika Investor datang menjalankan atau membangun pariwisata, tidak hanya tentang menyiapkan lapangan pekerjaan untuk mereka melainkan juga ada ajaran positif lain,” kata Rut Siren menambahkan.

Sungguh sangat beruntung, kesempatan yang tak mungkin terulang kembali. Bagaimana ndak dikatakan beruntung anak-anak di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru ini mendapatkan pelajaran bahasa asing secara gratis dari pemilik Panorama Cottages. Tidak tanggung-tanggung, lima bahasa asing sekaligus yakni Bahasa Inggris, Jepang, Italia, Korea dan Spanyol.

Tidak kurang dari 30 anak-anak Desa Ekas yang tinggal tidak jauh dari Hotel Panorama Cottages masuk dalam perkumpulan belajar “pohon harapan” ini. Semuanya cukup bersemangat dalam  belajar. Meski begitu ada saja anak-anak yang absen dalam pembelajaran ini. (hrw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com