BINGKAI INVESTASI-EMPAT TAHUN KEPEMIMPINAN ZUL-ROHMI

Oleh: Mohammad Rum

 

Tidak terasa empat tahun sudah perjalanan kepemimpinan Dr. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc Bersama Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (Zul-Rohmi) dalam menaungi pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat tercinta. Dan tidak dipungkiri begitu banyak cerita yang mewarnai proses perjalanan panjang Zul Rohmi dalam mengemban amanah membangun Provinsi NTB.

Sejak dilantik 19 September 2018 yang lalu di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Zul-Rohmi langsung tancap gas dengan program-program unggulannya. Sebut saja Program Zero Waste, 1.000 cendekia baru melalui beasiswa ke Luar Negeri, Desa Wisata, Posyandu Keluarga, Industrialisasi serta berbagai program unggulan lainnya. Selain itu Gubernur yang diingat dengan “low profile” nya Bersama Wakil Gubernur dengan “kegigihannya” ini gencar dan bersemangat menyelenggarakan event-event internasional di Provinsi NTB. Bukan tanpa alasan, tetapi dengan berbagai pertimbangan termasuk dampak jangka panjangnya bagi NTB. Kesuksesan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas, gelaran WSBK, Moto GP Mandalika, Ironman, Tambora Menyapa Dunia maupun MXGP sebagai bukti nyata kemajuan drastis di NTB yang menyebabkan NTB semakin benderang di dunia.

Tetapi dibalik itu semua, keberhasilan-keberhasilan yang telah diraih tidak semata-mata hadir begitu saja. Halang Rintangan terus membayangi, namun sukses dihempas oleh kepiawaian dan kegigihan Zul-Rohmi selama 4 tahun kepemimpinannya. Zul-Rohmi membuka selebar-lebarnya pintu investasi di NTB. Zul Rohmi memberikan karpet merah bagi para investor yang datang ke NTB. Itulah yang menyebabkan ”tokcer” nya pembangunan di NTB.

Investasi adalah pintu masuknya uang di daerah, khususnya NTB. Pergerakan pembangunan di daerah menunjukkan adanya investasi di dalamnya. Pembangunan KEK Mandalika yang ditandai dengan hadirnya berbagai akomodasi baru seperti hotel-hotel berbintang, secara tidak langsung menjelaskan bahwa NTB sangat menarik perhatian para investor untuk menanamkan uangnya di NTB. Para investor melihat begitu besarnya peluang investasi yang ada di NTB.

Sesungguhnya investasi di NTB telah berlangsung lama. Telah banyak investor yang datang, mengurus perizinan dan kelengkapan dokumen lainnya. Akan tetapi, ketika mereka bersiap untuk melaksanakan aktivitasnya, muncul berbagai permasalahan di lapangan yang akhirnya menghambat aktivitas investasi mereka. Ada juga investor yang menyalahgunakan izin yang telah mereka miliki sehingga menimbulkan permasalahan lainnya. Bukannya untung, tapi malah buntung bagi daerah. Akan tetapi berbagai permasalahan investasi tersebut dihadapi oleh Zul-Rohmi dengan penuh keyakinan dan pengharapan.

Empat tahun kepemimpinan Zul-Rohmi, permasalahan-permasalahan investasi di NTB mulai terurai satu persatu. Diantaranya adalah keberhasilan Zul-Rohmi dalam Penyelesaian permasalahan PT. Gili Trawangan Indah (GTI) yang telah sangat lama tidak mendapat titik temu. PT. GTI menyelenggarakan investasi pariwisata di Gili Trawangan dengan luas lahan 65 hektare milik pemerintah daerah untuk waktu yang cukup Panjang. Namun PT. GTI tidak melakukan sesuai kontrak awal untuk membangun, namun justru rakyat yang membangun sehingga PT GTI (PMDN) dianggap telah melakukan wanprestasi dengan tidak mengusahakan lahan seluas 65 ha yang dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi NTB sejak tahun 1995. Kompensasi yang diterima oleh Pemerintah Provinsi dinilai sangat kecil dan dianggap merugikan dibandingkan dengan nilai aset hasil temuan BPK. PT GTI juga tidak melaksanakan kewajiban sebagai mitra untuk membangun 150 buah cottage dan fasilitas lainnya. Gubernur NTB kemudian mengambil langkah dan tindakan tegas dengan berkoordinasi dengan Menteri Investasi/BKPM RI untuk memutuskan kontrak dengan PT GTI guna menyelamatkan asset milik pemerintah daerah. Permasalahan yang telah berlangsung sekian lama di wilayah Utara Lombok itu akhirnya tuntas!

Keberhasilan yang tidak kalah menariknya adalah terkait PT. Eco Solutions Lombok (PMA) di Kabupaten Lombok Timur yang telah merealisasikan nilai investasi sejumlah 60 Milyar sejak tahun 2013 hingga saat ini dan investasi lanjutan yang akan datang senilai USD 1 Milliar. PT. ESL mengeluhkan status lahan yang belum clean and clear sehingga perusahaan belum bisa memulai aktivitas konstruksi. Saat ini yang bisa dilakukan perusahaan adalah persiapan dan recovery lingkungan hutan yang rusak akibat pendudukan warga dan penggundulan hutan serta faktor keamanan. Gubernur dan Wakil Gubernur NTB bergerak cepat dengan menugaskan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB untuk membangun komunikasi dan fasilitasi penyelesaian masalah PT. ESL Bersama stakeholder terkait lainnya. Tidak tanggung-tanggung, Pemprov NTB berkoordinasi aktif dengan Kementerian Investasi, Forkopimda NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan PT. ESL guna menuntaskan permasalahan yang ada.  Kunjungan Satgas Percepatan Investasi Nasional bersama Kementerian Investasi/BKPM RI membahas penyelesaian masalah investasi PT. ESL serta Rapat Bersama Bupati Lombok Timur dan pihak lainnya telah dilakukan guna mencari jalan keluar.

Upaya ini terus dilaksanakan teriring dengan persiapan PT. UPC Lombok Timur Bayu Energi (PMA) dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin di Kabupaten Lombok Timur dengan rencana investasi sebesar 2,775 T. Invetasi ini akan menjadikan Provinsi NTB sebagai provinsi kedua yang akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu setelah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia. Potensi alam yang dimiliki Lombok timur sangat potensial dan tertangkap oleh pengamatan para investor. Gubenur merespon rencana investasi tersebut dengan menuntaskan MoU antara Pemerintah Provinsi NTB dan PT. UPC Lombok Timur Bayu Energi yang telah dilaksanakan di Pendopo Gubernur NTB beberapa waktu yang lalu.

NTB juga tengah bersiap-siap dengan rencana hadirnya kereta gantung menuju kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang sedang dalam proses pengerjaan oleh PT. Indonesia Lombok Resort (Cina). Investasi ini akan menambah proyek besar di wilayah Kabupaten Lombok Tengah selain hadirnya KEK Mandalika. Tidak tanggung-tanggung rencana investasi yang ditawarkan sebesar 2,2 Tdan diprediksi akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Provinsi NTB. Groundbreaking direncanakan tanggal 17 Desember 2022 bertepatan dengan HUT NTB ke 64 tahun. Di Selatan Pulau Lombok tepatnya di Mekaki Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat juga tengah bersiap Wings Group untuk membangun Hotel Kempinski dengan lahan seluas 26 hektare. Investasi yang masuk di NTB tidak tanggung-tanggung, pembangunan tersebar di seluruh Pulau Lombok.

Tetapi tidak hanya Lombok, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB mengupayakan investasi yang merata di seluruh wilayah NTB, termasuk di Pulau Sumbawa. Empat Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi, banyak investasi yang hadir. Tetapi di tahun 2019, Pandemi Covid mendera dan menghambat realisasi investasi beberapa investor di Pulau Sumbawa. Salah satunya adalah PT. Bali Seafood International (PMA) di Kabupaten Sumbawa. Hadir berinvestasi di NTB pada sektor perikanan dengan rencana investasi sebesar 50 Milyar, berjalan lancar di awal kedatangannya dan kemudian shutdown di akhir tahun 2019, asset pemerintah provinsi yang dipergunakan menjadi mangkrak.

Maka demi menyelamatkan asset pemerintah daerah, Gubernur NTB mendorong DPMPTSP Provinsi NTB dan Biro Hukum Setda Provinsi NTB untuk menghentikan kerjasama pemanfaatan asset dengan PT. BSI dengan menyusun surat pemutusan kontrak. Dengan pemutusan kontrak tersebut asset daerah akan terselamatkan dan dapat ditawarkan kepada investor lain yang berminat.

Disisi lain, Pulau Sumbawa tengah bersiap menanti terwujudnya pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Tidak main-main, Pembangunan Smelter ini menargetkan nilai investasi sebesar 26 T dan ditargetkan rampung pada tahun 2023. Jumlah tenaga kerja yang akan diserap selama masa konstruksi sebanyak 2.000 orang lebih. Belum termasuk tenaga kerja yang akan terserap pada masa produksi. Sungguh suatu pengaharapan kesejahteraan yang besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Gubernur dan Wakil Gubernur NTB mengawal hadirnya smelter dengan memberikan berbagai fasilitasi dan kemudahan bagi investor dalam mengurus perizinan guna merealisasikan investasinya untuk pembangunan pabrik pemurnian emas dan tembaga.

Begitu banyak capaian yang telah diraih di bidang investasi oleh Zul Rohmi selama empat tahun kepemimpinannya. Hadirnya begitu banyak investasi baru di NTB, terbentuknya Satgas Investasi Daerah dan tuntasnya berbagai permasalahan investasi di NTB menjadi salah satu bukti nyata kerja keras Zul-Rohmi.  Apabila dilihat dari angka, target realisasi investasi Provinsi NTB Tahun 2022 yang telah ditetapkan oleh BKPM RI sebesar Rp. 18,5 Triliun sedangkan target RPJMD Provinsi NTB Tahun 2022 sebesar Rp. 15,4 Triliun. Dan sampai dengan triwulan kedua pada akhir bulan Juni tahun 2022, realisasi Investasi Januari s/d Juni tahun 2022 telah mencapai Rp. 10,530 Triliun atau sebesar 56,92% dari target nasional Tahun 2022 dan 68,25% dari target RPJMD Tahun 2022.

Capaian realisasi investasi NTB yang on the track bahkan melampaui target, baik nasional maupun RPJMD sekarang ini bukan merupakan sesuatu hal yang mudah, tetapi mampu dibuktikan ole Zul-Rohmi. Pencapaian target realisasi investasi Provinsi NTB tersebut di back up penuh oleh Ir. H. Mohammad Rum, MT sebagai kepala Dinas DPMPTSP Provinsi NTB. Kelihaian Pak Rum dilapangan mampu mencairkan komunikasi dan bottle neck permasalahan investasi daerah. Komunikasi aktif dengan Stakeholder terkait khususnya Kementerian Investasi/BKPM RI menjadi kunci sukses kemajuan investasi di NTB.

 

Dalam keyakinan yang kuat, kegigihan, dan kerja yang nyata, tidak ada yang tidak mungkin. Dengan kata lain, segala capaian pembangunan yang telah dihasilkan dalam 4 tahun terakhir ini, khususnya di bidang investasi, menunjukkan langkah nyata keberhasilan kepemimpinan Zul-Rohmi. Pola Kerja yang efektif dan efisien dari Zul-Rohmi mampu memberikan dampak positif terhadap kemajuan dan kemandirian masyarakat NTB menuju terwujudnya NTB Gemilang. Misi NTB Mandiri dan Sejahtera bukan sekedar ucapan, tetapi tentunya dapat terwujudkan. Melalui jargon #NTBRamahInvestasi DPMPTSP siap mewujudkan NTB GEMILANG!

 

#zulrohmi #ntbgemilang #NTBRamahInvestasi #SalamInvestasi #rum #dpmptspntb

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
error: Content is protected !!