BeritaKegiatanTerkini

Dialog Kebangsaan Pencegahan Radikalisme dan Tantangan Kamtibmas di Tahun Politik

Dalam rangka memberikan pemahaman terkait bahayanya radikalisme dikalangan ASN, Densus 88 bekerjasama dengan Pemprov NTB menyelenggarakan Dialog Kebangsaan Pencegahan Radikalisme dan Tantangan Kamtibmas di Tahun Politik, di Ruang Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Senin (11/12).

Kepala DPMPTSP Prov. NTB, Wahyu Hidayat, S.STP., MAP beserta kepala OPD lain lingkup Provinsi NTB, Anggota forkopimda NTB, para asisten dan staf ahli menghadiri acara ini.

Dialog ini bertujuan untuk membangun sinergitas guna mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme dan terorisme di lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Kasat Reskrim Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Polri Boby Sugiarto, SH., S.Ik, MH menyampaikan “dialog ini bukan sebagai bentuk formalitas saja, namun lebih kepada tanggung jawab polri kepada ASN terkait bahayanya radikalisme dan terorisme di NTB”.

Tupoksi polri yakni mencegah tindak pidana terorisme dan melakukan sosialisasi serta inventarisasi terhadap jaringan terorisme.

Agar tidak terpapar dengan paham radikal, polri memberikan vaksin dalam kegiatan ini. Vaksin yang dimaksud adalah vaksin ideologi, yakni dengan membawa pakar seperti Dr. Wahid Ridwan (Sekretaris Lembaga Hubungan Luar Negeri) pimpinan Muhammadiyah, Muhammad Najib (Sekretaris Badan Terorisme Pusat di NU dan MUI) serta ust. Baharudin Ahmad untuk berdialog dengan para ASN.

Kita harus menjaga NTB secara keseluruhan dari terorisme. Investasi dan sektor pariwisata yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan pesat di NTB perlu dijaga agar tetap aman. Untuk itu perlu ada dukungan secara masif dari seluruh stakeholder.

Sementara Asisten l Setda Provinsi NTB mewakili PJ. Gubernur NTB menyampaikan “penting bagi kita untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang intoleransi”.

Sosialisasi di berikan agar kita mampu menjadi garda terdepan dalam melawan ideologi yang dapat mengancam kedamaian dan keamanan di NTB, lebih-lebih disaat memasuki tahun politik sekarang ini.

Lanjut di kolom komentar

See translation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »