BeritaKegiatanTerkini

FGD Permasalahan Keamanan Produk Pangan

Mataram-Asisten II Setda Provinsi NTB Dr. H. Fathul Gani membuka acara FGD Permasalahan Keamanan Produk Pangan yang dihadiri oleh Kepala Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kemenves, Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal dan dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional serta Asosiasi Catering/Jasa Boga Seluruh Indonesia bertempat di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu(15/5).

Permasalahan keamanan pangan di Indonesia, salah satunya terlihat dari sejumlah kasus keracunan di beberapa daerah dari Kementerian Kesehatan yang di olah oleh Databoks menunjukkan bahwa ada sebanyak 4.792 kasus keracunan sepanjang periode 1 Januari – 16 Oktober 2023. Jumlah kasus keracunan meningkatkan lebih dari 1.000 kasus dibanding tahun 2022, dengan total tercatat 3.514 kasus

Bapak Fathul Gani menyampaikan masalah potensi sumber daya makanan di NTB sudah baik dengan berbagai aneka ragam pangan yang melimpah. Ucapnya

Di Nusa Tenggara Barat produksi beras kita di Tahun 2022 mencapai 1,2 juta ton gabah, sedangkan kebutuhan konsumsi sekitar 450 ton untuk masyarakat NTB dan sekitar 400 ton dibawa keluar.

Tidak hanya beras, produksi jagung juga sangat melimpah mencapai 2 jt ton. Selama ini jagung hanya di olah sebagai pakan ternak belum ada pengolahan makan yang dari jagung. Ucapnya

Yuliot Kepala Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kemenves menjelaskan bahwa Jasa Boga untuk suatu event tertentu (catering) masuk ke tingkat risiko menengah tinggi. Dengan kewenangan Gubernur untuk PMDN Skala Usaha Mikro, kecil, menengah dan besar sedangkan PMA kewenangan Kementerian.

Ada 3 sub sistem dalam pada OSS-RBA yang pertama perizinan, pelayanan informasi dan pengawasan. Pengawasan ini menjadi tugas tambahan dari BKPM RI yang diberikan kepada DPMPTSP Provinsi NTB dengan menambahkan anggaran dana DAK untuk menunjang tugas pengawasan dan pembinaan seperti Bimtek. Ucap Bapak Deputi

Bapak Deputi berpesan setelah ditambahkan dana DAK jangan juga di potong anggaran APBD milik DPMPTSP Provinsi NTB dikarenakan dana DAK hanya dipergunakan untuk biaya perjalanan pengawasan dan Bimtek. Ucapnya

===========================================

Untuk informasi lain terkait DPMPTSP Provinsi NTB dapat mengunjungi :

✓ Instagram : @dpmptsp.ntb
✓ Twitter : @dpmptsp_ntb
✓ Facebook : DPMPTSP Prov NTB
✓ Youtube : dpmptsp NTB
✓ Website : investasi-perizinan.ntbprov.go.id

@lalugitaariadi | @biroadpimntb | @ntbprov | @abywahyuhidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »