KK-NTB 2026 Resmi Dibuka, DPMPTSP NTB Perkuat Sinergi UMKM dan Investasi Daerah
Gelaran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 resmi dibuka sebagai momentum strategis dalam memperkuat fondasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mendorong pertumbuhan investasi daerah. Kegiatan yang berlangsung di pusat perbelanjaan Lombok Epicentrum Mall ini menjadi wadah kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem ekonomi NTB yang semakin inklusif dan berdaya saing.
Pada Jumat (15/5), Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP., M.E., hadir memenuhi undangan pada Opening Ceremony KK-NTB 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi NTB. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Lalu Muhamad Iqbal dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen mendukung penguatan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menegaskan bahwa fokus utama pengembangan UMKM tahun ini adalah memperkuat kualitas, kapasitas, serta kesiapan pelaku usaha sebelum diperluas menuju pasar global. Hal tersebut tercermin dari keberhasilan program inkubasi yang melahirkan 15 UMKM baru, turut meramaikan total 119 peserta KK-NTB 2026. Peningkatan kualitas ini menjadi langkah strategis, terlebih NTB akan tampil sebagai tamu kehormatan pada pameran ASEAN–China mendatang.
Sebagai upaya lanjutan memperkuat ekosistem investasi, Bank Indonesia NTB bersama DPMPTSP NTB dan Bappeda NTB juga akan menginisiasi Sasambo Investment Challenge. Program ini dirancang sebagai ajang kurasi proyek investasi unggulan dari seluruh wilayah NTB dengan status Ready to Offer, khususnya pada sektor prioritas seperti Energi Baru Terbarukan (EBT), hilirisasi industri, infrastruktur, dan pariwisata.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario K. Pamungkas menyampaikan harapannya agar program tersebut mampu menghasilkan proyek-proyek investasi terbaik yang nantinya dipromosikan kepada calon investor potensial pada puncak pelaksanaan Sasambo Investment Challenge.
Tidak hanya itu, KK-NTB 2026 juga menjadi ruang penguatan identitas produk unggulan daerah melalui pengembangan branding premium kopi NTB. Kolaborasi bersama komunitas kopi lokal diharapkan mampu menghadirkan identitas kopi khas NTB yang memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di pasar nasional, sekaligus mempertegas kekayaan budaya Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo).
Di sisi lain, penguatan ekosistem ekonomi juga didorong melalui digitalisasi layanan dan akses pembiayaan. Berbagai fasilitas seperti business matching permodalan bersama perbankan, layanan pengecekan SLIK OJK, hingga implementasi QRIS Cross Border menjadi langkah nyata untuk memperluas akses transaksi digital, termasuk bagi wisatawan mancanegara.
Melalui sinergi lintas sektor yang semakin kuat, Pemerintah Provinsi NTB optimistis pengembangan UMKM dan investasi daerah dapat berjalan beriringan, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu membawa produk-produk unggulan NTB semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.


