FGD Konsultasi Penelitian Pengembangan Mataram Raya, Gili Tramena, dan Kawasan Mandalika untuk Mendorong Investasi NTB
Mataram – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) Konsultasi Penelitian Pengembangan Mataram Raya di Gili Tramena serta Kuta Mandalika dan sekitarnya yang berlangsung di Ruang Rapat DPMPTSP Provinsi NTB, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Bappeda Provinsi NTB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Dinas Pariwisata NTB, Dinas ESDM NTB, DPMPTSP Kabupaten Lombok Barat, serta sejumlah instansi terkait lainnya. FGD dipimpin langsung oleh Sekretaris DPMPTSP Provinsi NTB, Dadang Fajar, S.STP., M.M., mewakili Kepala DPMPTSP Provinsi NTB.
Dalam sambutannya, Dadang Fajar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari harapan dan komitmen Gubernur NTB agar Pemerintah Provinsi NTB dapat menyajikan data dan informasi investasi yang komprehensif, akurat, serta sesuai dengan kebutuhan investor. Pada tahun 2026, DPMPTSP Provinsi NTB mendapatkan dua kegiatan penyusunan karya tulis dan data potensi investasi yang akan menjadi bahan strategis dalam mempromosikan peluang investasi kepada calon investor.
Dari 11 Kawasan Strategis Prov. NTB, penyusunan peta potensi investasi difokuskan terlebih dahulu pada kawasan Pulau Lombok, khususnya Mataram Raya, Gili Tramena, dan Kawasan Mandalika. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi investasi yang besar sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang menarik untuk dikaji dan dikembangkan lebih lanjut.
“Harapannya, dokumen ini dapat menjadi referensi yang komprehensif dan kredibel bagi investor dalam melihat peluang usaha di NTB. Ke depan, penyusunan peta potensi investasi juga diharapkan dapat diperluas ke kawasan strategis di Pulau Sumbawa,” ujarnya.

