BeritaKegiatanTerkini

Bagikan Strategi Akselerasi Investasi, DPMPTSP NTB Terima Kunjungan Visitasi PKN Tingkat II Provinsi Banten

MATARAM – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Bapak H. Irnadi Kusuma, S.STP., M.E., menyambut hangat rombongan Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI BPSDMD Provinsi Banten Tahun 2026. Kunjungan pembelajaran ini dilangsungkan secara interaktif pada Selasa (4/8) bertempat di Aula Rapat DPMPTSP Provinsi NTB, Mataram.

Pertemuan ini menjadi momentum berharga untuk melakukan pertukaran pikiran dan pengalaman antar daerah, khususnya dalam upaya penguatan investasi dan kemudahan perizinan berusaha. Perwakilan rombongan PKN Provinsi Banten menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari pembelajaran kepemimpinan adaptif guna menggali langsung praktik terbaik tata kelola investasi yang telah diterapkan oleh Provinsi NTB.

Dalam diskusi tersebut, Kepala DPMPTSP Provinsi NTB membagikan strategi keberhasilan daerah dalam menarik penanaman modal, seperti pada pengembangan kawasan prioritas Mandalika. Keberhasilan tersebut ditopang oleh kemudahan perizinan yang cepat dan transparan melalui sistem PTSP, kepastian hukum, ketersediaan infrastruktur, serta kuatnya sinergitas komunikasi dengan Forkopimda maupun masyarakat luas.

Beliau juga menegaskan peran DPMPTSP sebagai garda terdepan investasi dengan mengibaratkan instansinya layaknya sebuah “Toko”. Filosofi ini bermakna bahwa pintu senantiasa terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin datang, di mana setiap investor akan diterima, dilayani, dan difasilitasi dengan sebaik-baiknya tanpa adanya perlakuan diskriminatif.

Selain itu, guna memacu iklim penanaman modal di daerah, DPMPTSP NTB secara rutin menerbitkan peringkat kabupaten/kota setiap triwulan berdasarkan kinerja prestasinya. Kegiatan visitasi ini ditutup dengan kesepakatan bersama bahwa sinergi dan semangat kolaborasi antara Provinsi NTB dan Provinsi Banten harus terus dilanjutkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *