Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sumbawa, H. Syahril S.Pd, M.Pd, kepada Suara NTB, Senin (12/6) kemarin.

Pemkab telah menandatangani MoU dengan Kimia Farma terkait pembangunan pabrik garam di Labuan Bontong Tarano. Kemudian PT Lombok Absara Bertani juga berencana menanamkan modalnya sekitar 17 Juta Dolar AS. Perusahaan dari Jakarta yang bergerak di bidang budidaya ikan kakap putih di Pulau Ngali.

Berikutnya ada pengusaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN yang bergerak di bidang pariwisata berminat dan berencana mengelola Pulau Pulau Kecil, Kramat, Bedil dan Tomudung. Selanjutnya ada beberapa pengusaha tambak besar dengan nilai investasi ratusan milyar segera masuk. Selain memperkuat bidang pertanian kerjasama dengan Asosisasi pengusaha petani Indonesia untuk membangun pabrik pakan, mendukung potensi jagung di Sumbawa. “Dalam roadshow investasi kemarin di Jakarta, ada sekitar 5-6 perusahaan besar yang berencana masuk ke Sumbawa,” jelas H. Syahril. Menuru H. Syahril, sector pertanian, perternakan, perikanan dan pariwisata, menjadi sektor unggulan Sumbawa untuk menarik investasi. Memang promosi investasi yang dilakukan tidaklah seketika langsung berdampak. Tetapi membutuhkan waktu yang relatif panjang. Namun potensi daerah akan terus dipromosikan. (SUARA NTB/Selasa, 13 Juni 2017)