kerjasama

Rakor Pengelolaan Sampah dg sistem BSF (black soldier fly)

 

Forest for Life Indonesia (FFLI) adalah yayasan peduli pada masalah kehutanan dan lingkungan. Salah satu kegiatan yang juga digeluti adalah bergerak dibidang pengelolaan sampah dengan memanfaatkan Black Soldier Flies (Pasukan Lalat Hitam).

Untuk mengenalkan dan sosialisasi penanganan sampah menggunakan BSF ini pada hari jumat 15 September 2017 di kantor DPMPTSP diadakan rapat koordinasi dipimpin oleh Kadis PMPTSP Prov. NTB – Lalu Gita Ariadi dihadiri oleh perwakilan dari kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, pejabat dar Dinas LHK Prov. NTB, Biro Ekonomi, Dirut PT. GNE dan PT ITDC dengan narasumber dari FFLI yaitu Prof. Agus Pakpahan, Dr. Hadi Pasaribu dan Dr. Agus Joko.

Selama ini sampah telah menjadi permasalahan yang tidak pernah tuntas penanganannya. Pengelolaan sampah yg tidak komprehensif dan tuntas terkadang menimbulkan permasalahan baru yaitu menimbulkan pencemaran lingkungan.
Namun dengan pengelolaan sampah dengan menggunakan BSF, maka pencemaran lingkungan akan dapat diatasi kata Prof. Agus Pakpahan.

Setelah paparan tehnis akademis disampaikan tuntas, Kadis PMPTSP menggaris bawahi bahwa manfaat pengelolaan sampah dengan sistem BSF sangat banyak.
Bagi pemda; pengurangan jumlah kebutuhan TPA dan Pemda hanya fokus ke penanggulangan sampah non organik. Selain itu Sumber sampah dan lingkungan menjadi bersih, sehat serta mempunyai nilai ekonomi ( revalue) . Sampah menjadi hal yg seksi dan bernilai ekonomi bukan jorok lagi.

Di akhir pertemuan yayasan FFLI mengundang 4 perwakilan petugas pengelola sampah di Kab Loteng, Lobar, KLU dan Kota Mataram untuk magang dan melihat dari dekat proses kerja BSF di lokasi uji coba yayasan FFLI di Sumedang. Bila tertarik dan ada komitmen akan dilanjutkan menjadi MoU yg diharapkan bisa ditanda tangani pada event NTB Investment Forum tanggal 18-20 Oktober 2017 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »