DPMPTSP NTB Ikuti Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025: Dorong Investasi Hijau dan Transisi Energi Berkelanjutan
Jakarta, Jumat (10 Oktober 2025) – Setelah melaksanakan koordinasi ke Kementerian Investasi/BKPM RI, rombongan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Dadang Fajar, S.STP., M.M., bersama Perencana Ahli Muda Zainus Surul, S.H., dan Baiq Dian Rahmawati, S.E., turut menghadiri kegiatan Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta.
Partisipasi DPMPTSP NTB dalam forum ini menjadi wujud komitmen daerah dalam mendukung agenda nasional pembangunan berkelanjutan dan transisi energi hijau. IISF 2025 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri — termasuk perwakilan PLN, Kementerian Investasi dan Industri Hilir, serta tokoh nasional Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) — untuk berdiskusi dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan energi, pangan, dan air nasional.
Dalam forum tersebut, perwakilan PLN memaparkan potensi besar Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, hidro, dan panas bumi. Saat ini, kapasitas terpasang baru mencapai 15,1 gigawatt atau kurang dari 1% dari total potensi nasional. PLN menargetkan bahwa 60% tambahan kapasitas listrik nasional dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 akan berasal dari energi terbarukan, termasuk energi nuklir dan sistem penyimpanan energi.
Selain itu, Indonesia disebut memiliki potensi penyimpanan karbon hingga 577 gigaton, yang membuka peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat Carbon Capture and Storage (CCS) Hub di kawasan Asia. PLN juga menyoroti potensi besar sektor mineral strategis, khususnya nikel, yang menjadi tulang punggung ekosistem Electric Vehicle (EV) Battery nasional.
Sementara itu, dalam sesi paparan berikutnya, Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa forum IISF harus menjadi ruang kolaboratif bagi negara berkembang seperti Indonesia dalam membangun model pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan konteks lokal. Ia menggarisbawahi pentingnya memperkuat tiga pilar utama keberlanjutan, yakni pangan, air, dan energi, sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa.
Melalui partisipasi dalam IISF 2025, DPMPTSP NTB memperoleh wawasan strategis mengenai arah kebijakan nasional di bidang energi terbarukan dan industri hijau. Hasil dari forum ini menjadi dasar bagi DPMPTSP NTB untuk:
1. Mengidentifikasi peluang investasi hijau di daerah, seperti energi surya, biomassa, dan ekosistem kendaraan listrik;
2. Mendorong promosi investasi daerah yang selaras dengan program transisi energi nasional dan target Net Zero Emission;
3. Menjalin koordinasi lanjutan dengan Kementerian Investasi, PLN, dan pelaku industri guna menyiapkan langkah konkret pengembangan proyek hijau di NTB.
Kehadiran DPMPTSP NTB di ajang ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat posisi NTB sebagai daerah ramah investasi dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

