satgas pengendalian

Gelar Rakor Survei Disagregasi PMTB NTB

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menggelar rapat koordinasi (rakor) survei penyusunan disagregasi matriks pembentukan modal tetap bruto (PMTB) NTB2018, kemarin (20/3). Rakor ini bertujuan mendukung prioritas nasional Khususnya dibidang pengembangan usaha dan pariwisata,” ujar Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih di CGVTrans Studio, Transmart Mataram, kemarin (20/3) la menuturkan, tingkat kemudahan berbisnis di NTB berada di peringkat ke 16. Peringkat utama dipegang oleh Jawa Timur, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat. DiNTB, terdapat investasi padat modal dan padat karya. Dengan berbagaikemudahan yang sudah ada ia berharap rangking NTB akan melejit. DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) merupakan penggerak perizinan. Adanya DPMPTSP mempermudah perizinan investasi di NTB,” sambungnya PMTB sendiri merupakan penambahan dan pengurangan aset tetap pada suatu unit produksi dalam waktu tertentu. Penambahan barang modal mencakup pengadaaan, pembuatan, pembelian, sewa beli barang modal baru dari dalam negeri. Serta juga barang modal baru dan bekas dari luar negeri dan pertumbuhan aset sumber daya hayati yang dibudidayakan Sedangkan pengurangan barang modal mencakup penjualan, transfer dan barter, dan sewa beli barang modal bekas dari pihak lain,” jelasnya.

Ia mengatakan, ada perbedaan data yang dimiliki DPMPTSP dan BPS. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah yang signifikan sebab sumber data BPS hanya 30 persen. Sisanya berada di tangan masing-masing OPD terkait. Investasi di NTB ada berbagai jenis, seperti penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Bahkan sekarang ada juga investasi syarakat. Investasi ini bisa berbentuk tabungan,ternak,mesin dan lainnya.

Hal-hal yang tidak dibayangkan,” katannya Share PMTB dalam perekonomian NTB sangat besar, yakni sebesar 35,5 persen. Hal ini terlihat harga berlaku 44 triliun pada rga konstan sebesar Rp 28,6 triliun. Sementara laju PMTB diakui Endang cenderung berfluktuasi. Endang mengatakan pihaknya tidak mengkhususkan pariwisata, namun ada sektor yang 17 dihasilkan oleh survei. “Sepertipertanian, industri, tambang, jasa, lembaga keuangan dan lainnya,” ungkapnya Berkenalan dengan PMTB, secara teori ada Yakni barang modal (capital) dan tenaga kerja (labor) yang dihasilkan. Kedua faktor itu sama-sama menggerakkan variabel ekonomi lainnya dari input menjadi output berupa barang dan jasa Dengan kata lain, investasi berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi pada masa yang akan datang,” pungkasnya. lamenambahkan, kegiatan survei disagregasi rencananya akan dimulai pada April hingga 30 Juni mendatang.

Sementara itu, Sekda NTB H Rosiady Sayuti meminta agar pendataan survey penyusunan agregasi pembentukan modal tetap bruto/PMTB Tahun 2018 melibatkan masyarakat luas. Harapan itu disampaikan agar pendataan penyusunan tersebut untuk mewujudkan pembangunan bangsa melalui pendataan secara maksimal Melalui survei ini kita mendapatkan gambaran permodalan, kapasitas fiskal, human capital, dan social capital di NTB,” ujarnya. menjelaskan, keterlibatan masyarakat dalam pendataan survey ini sejalan dengan prioritas nasional 2018 di bidang pengembangan dunia usaha dan pariwisata pada program perbaikan iklim investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan. Apalagi ini sangat membutuhkan data investasi fisik atau pembentukan modal tetap bruto yang telah didis agresasi Infrastruktur kita sudah mantap,” lanjut disampaikan investasi diartikan sebagai modal atau capital yang dimiliki atau pelaku ekonomi. Sebagian ahli ekonomi memandang bahwa pembentukan investasi bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan ekonomian suatu negara ditentukan setidaknya dua faktor produksi, yaitu barang modal (kapital) dan tenaga kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »