Rancangan Industrialisasi Garam di Bima

MATARAM-Pemerintah NT B telah merancang Industrialisasi garam untuk lima tahun kedepan. Dengannya harga dan kualitas garam diharap dapat terkerek. Kepala Dinas Kelautan dan Perikana NTB Lalu Hamdi mengatakan, industrialisasi garam NTB yang lokomotifnya di Kabupaten Bima, kelak akan menjadi komoditas unggulan. “Sudah terjadi sinergi program den gan Pemda Bima dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk diadakannya industrialisasi POST garam, ” katanya, Lalu Hamdi Minggu (25/8). Nantinya pengelolaan garam dalam konsep minapolitan ini lebih kepada pengelolaan dari hulu sampai hilir. “Rancangan itu nantinya mulai dari 2020 diarahkan untuk memperkuat IKM / UKM dalam pengolah garam,” tuturnya. Dengannya dia berkeinginan bisa menyediakan garam kemasan berstandar bagi konsumsi masyarakat di NTB dan daerah lainnya. “Dengan adanya inovasi kita kembangkan untuk mereka memproduksi aneka produk garam, pasar tidak hanya tergantung konsumen luar daerah saja,” imbuhnya.

Volume produk garam cukup tinggi. Pada 2018 mencapai 296 ribu ton. Jika mampu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, bukan tak mungkin kebutuhan garam nasional bisa turut disuplai NTB. Säat ini kebutuhan nasional mencapai 4,4 juta ton, sedangkan produksi hanya 2,4 juta ton. “Nanti di tambak, kita akan terus mengedukasi penerapan teknologi produksi garam sehingga produksi garam rakyat menjadi berkualitas sebagai syarat dapat dibeli oleh pabrik, ” jelasnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian NTB Andi Pramaria mengatakan, industri garam yang ada saat ini masih tetap berjalan dengan pola sederhana. “Industrinya masih ada, tetapi untuk sekarang ini kita mau tingkatkan. Karena memang mau dibuat garam yodium itu,” katanya. (tea/r9)

 

 

Sumber: Lombok Pos, 27 Agustus 2019

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »