promosi

Pemprov Ingin Tenun dengan Pewarna Alam Lebih Mendunia

Mataram (Suara NTB) –

Investasi di Kota Mataram terus menunjukkan perkembangan. Sebagai daerah yang mengandalkan sektor jasa dan perdaga ngan jadi peluang besar menarik pemoda l. Tercatat pada triwulan ketiga in­ vestasi sejumlah Rp 19 trili­ un. Demikian data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang diaku mulasi sejak tahun 2014 hingga tri­ wulan ketiga di tahun 2017.

Posisi investasi itu bisa dilihat progres peningkatannya sejak triwulan pertama sejumlah Rp 207 miliar lebih. Terja­ di peningkatan drastis di tri­ wulan kedua pada tahun 2017 sejumlah Rp 2,288 triliun. Selanjutnya, pada posisi 31Sep­ tember atau di triwulan ketiga sejumlah Rp 2,04 triliun .

Daritotal Rp 4,5 triliun pada semester I – III, jumlah in­ vestasi perusahaan non fasilitas di atas Rp 500 juta sejumlah Rp 2,449 triliun. Dengan rincian 56 perusahaan terbatas (PT) yang telah menanam­ kan modalnya sejumlah Rp 2,419 triliun, 22 CV sejumlah

Rp 19.400.000,- dan 13 UD sejumlah Rp 10 juta lebih.

Sementara itu, investasi di bawah Rp 500 juta terakumu­ lasi dari sementer I – III sejum- lah Rp 69 miliar. Dengan rin­ cian 44 perusahaan berstatus PT Rp 8,04 miliar, 148 peru­ sahaan status CV sejumlah Rp 28,5 miliar, dan 281 perusahaan dalam bentuk UD sejumlah Rp 32 miliar.

Kem ungkinan besar pemodal semakin banyak akan menanamkan uangnya di Kota Mataram. Mataram sebagai Kota MICE (Meeting, Insentive, Convention and Exibition) dan kawasan jasa serta perdagan­ gan jadi modal dan daya tarik investor untuk berinvestasi.

Kemu ngkinan itu akan meningkat apabila sudah selesai revisi tata ruang. Saat ini, dua hotel dan puluhan pengem bang perumaha n menunggu revisi tata ruang. “lnvestasi tentu bisa bertam­ bah, apalagi revisi RTRW se­ lesai,” kata Kepala DPMPTSP Kota Mataram , Drs. Cokorda Sudira Muliarsa.

Total investasi Rp 19 triliun sejak 2014 hingga triwulan III 2017 itu tidak tercatat dengan rencana investasi  pembangunan dua hotel bintang terse­ but. Ada lagi kata Cokorda, perusahaan besar yang akan mengajukan  permohonan  izin. Dij elaskan, Matar am yang bergerak dibidang jasa dan per­ dagangan dipastikan akan terus berkembang serta investasi semakin meningkat. Tetapi saat ini, harus menunggu revisi Perda RTRW sebagai petunjuk mengeluarkan izin. (cem)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »