JALAN MENUJU GLOBAL HUB BAKAL DIPERLEBAR

MATARAM Alokasi anggaran khusus pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan Global Hub Kayangan (GHK) belum tersedia. Sejauh ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) NTB masih menunggu masterplan dan detail pengembangan kawasan. “Secara khusus belum ada, kita harus melihat hasil final masterplan kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB H Ahmad Machul, kemarin (19/7).

Machul mengatakan, terkait akses jalan, saat ini ada ruas-ruas jalan nasional yang menghubungkan Ampenan, Pemenang, Sembalun sampai Sedau. Jalur itu melewati Global Hub Kayangan. Paling tidak pada tahun 2017-2018 ruas jalan tersebut sudah akan diperlebar menjadi 7 meter. Sehingga bisa diakses banyak kendaraan.

Dengan akses jalan yang semakin baik, ya tentu akan membuka peluang berkembangnya kawasan kawasan di sekitar Global Hub,” kata Machul Saat ini. Tim percepatan pembangunan Global Hub Kayangan sedang mempersiapkan secara detail masterplan pengembangan kawasan. Itu akan menjadi pedoman bagi semua dalam pengembangan kawasan, kemudian masing-masing pihak bisa mengambil peran. Bila masterplan rampung baru Dinas PUPR bisa sediakan anggaran untuk pengembangan infrastrukturnya. Jalan provinsi di kawasan tersebut tidak ada, sebab sekarang sudah naik status menjadi jalan nasional. Kemudian untuk konektivitas sebagian besar yang ada merupakan jalan kabupaten. Karena itu, provinsi belum mengalokasikan dana khusus untuk perbaikan jalan disana.

Kalaupun ada permintaan dari kabupaten atau tim percepatan, maka Dinas PU PR perlu mengkaji terlebih dahulu seperti apa rencana detailnya. Sebab dari sana bisa ditentukan mana ruas jalan yang bisa diintervensi pemprov dan mana yang tidak. “Sebab kalausudah ada pihak pengelola, pemerintah sifatnya hanya mendukung kawasan mana saja yang perlu diintervensi,” ujarnya. Dengan kondisi itu, Dinas PUPR untuk sementara hanya fokus memperbaiki akses jalan yang sudah ada. Karena ke depan GHKakan dikelola dengan sistem kerja sama antara pemerintah, swasta dan masyarakat. Karena akan dikelola penuh oleh swasta, maka diharapkan mereka membangun infrastrukturnya Untuk sumber daya air,Dinas PUPR sudah menemukan lokasi mata air di beberapa titik yang akan bisa menyuplai kebutuhan air untukkota baru.

Apalagi posisinya sangat dengan kawasan hutan Rinjani yang kaya akan mata air. Untuk pemanfaatan sumber daya air untuk energi listrik juga sudah ada, termasuk untuk geotermal,” katanya. Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RIDr Kurtubi mendorong agar pembangunan Global Hub Kayangan segera teralisasi Global Hubsangat dibutuhkan oleh perdagangan international untuk mengefisienkan ongkos angkut barang-barang niaga dari Eropa, Afrika, dan Australia menuju utara seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan Tiongkok. Sekaligus sebagai Pelabuhan Singgah untuk mengisi BBM, air, dan mengolah bahan setengah jadi untuk diproses sebelum dikapalkan ke utara. “Global Hub ini bukan gagasan saya, tetapi proyek arus kita dukung bersama,” katanya. (ili/r7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »