PABRIK KOSMETIK BEROPERASI TAHUN INI

MATARAM- Setelah sukses mengolah rumput laut menjadi produk makanan, NTB kini berekspansi ke produk lain. Dinas Kelautan dan Perikanarn (DKP) NTB mulai mengolah rumput laut menjadi kosmetik. DKP NTB akan menggandeng pihak ketiga dengan investasi sebesar Rp 10 miliar. Saat ini, lahan untuk pabrik kosmetik rumput laut dalam tahap pembenahan lingkungan. “Semoga tahun ini bisa dioperasikan, ujar Kepala DKP NTB H Lalu Hamdi pada Lombok Post, kemarin (11/7).

la mengungkapkan, rumah produksi kosmetik rumput laut tersebut bakal dibangun di Desa Banyumulek, Lombok Barat. Pengolahan rumput laut menjadi kosmetik ini melibatkan pihak ketiga Mereka yang nantinya akan melakukan pemasangan alat. Pihaknya hanya membangun bangunan dan menyewakannya pada pihak ketiga tersebut. “Di lahan sekitar satu hektare lebih tersebut akan dipasangi mesin pengolahan sekaligus laboratoriumnya,” sambungnya.

Pengolahan kosmetik rumput laut ini sepenuhnya diatur pihak ketiga. Pihaknya hanya memfasilitasi mereka untuk dekat dengan pembudi daya dan lokasi wisata. la mengatakan, rum- put laut di NTB memiliki potensi yang sangat besar. Pada 2017 alu NTB memproduksi rumput laut basah mencapai 1.036.000 ton. Hasil produksi tersebut sudah dikembangkan menjadi beberapa produk olahan makanan. Di antaranya dodol rumput laut, rengginang, es rumput laut, kopi rumput laut, manisan rumput laut, dan lainnya ” Itu sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Banyak industri kecil menengah (IKM) yang tertarik mengolah rumput laut. Mereka mengolahnya menjadi oleh-oleh khas NTB. Respon dari buyer terlihat sangat bagus. Banyak dari mereka tertarik memasarkan produk olahan rumput laut ini di daerah mereka.

Keberhasilan olahan makanan rumput laut mendorong DKP untuk melakukan pengembangan lain. Salah satunya dengan mengolahnya menjadi produk kosmetik. Langkah tersebut dikatakan Hamdi untuk meningkatkan nilai tambah dari rumput laut. “Terlebih lagi sejauh ini banyak pelaku usaha melakukan ekspor dalam bentuk mentah. Ini yang ingin kita edukasi mereka,” ujarnya. la menambahkan, adanya rumah produksi kosmetik tersebut akan menimbulkan banyak efek domino. Mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, hingga meningkatkan PAD NTB dari nilai sewa bangunan dan lahan. Tak hanya itu, pabrik ini juga menjawab permasalahan suplai kebutuhan hotel yang selama ini diimpor dari luar NTB. Seperti sabun, shampo, pastagigi, dan lainnya. Ini akan berujung pada peningkatan ekonomi daerah kita,” tandasnya. (fer/r3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »